Si Rubah dan Burung Hantu Bijak

Di ujung sebuah hutan lebat yang jarang dikunjungi manusia, hiduplah seekor Rubah bernama Rama. Rama sangat cerdik, namun sayangnya ia menggunakan kecerdikannya untuk menipu hewan-hewan lain demi keuntungan dirinya sendiri. Ia sering mengambil makanan dari Tupai, menakut-nakuti Kelinci agar menyerahkan tempat persembunyiannya, dan bahkan pernah menipu si Landak tua agar menyerahkan buah persediaannya.

 

Semua hewan di hutan mulai resah. Tapi karena Rama begitu pintar dan licin, tak ada yang bisa menangkap basah perbuatannya. Sampai suatu malam, terdengarlah kabar bahwa Burung Hantu tua, bernama Suma, yang dikenal bijak dan jarang terlihat, akan turun tangan.

 

"Malam Penuh Rencana"

Suma tinggal di pohon tertinggi di tengah hutan, dan ia bisa melihat segalanya dari atas sana. Ia tahu betul kelicikan Rama. Suatu malam, Suma memanggil Rama ke sarangnya.

 

“Rama, aku ingin memberimu sebuah tugas. Jika kamu berhasil, akan kuberi kamu rahasia terbesar hutan ini tempat harta karun tersembunyi.”

 

“Harta karun?!” seru Rama, matanya berbinar.

 

“Tapi kamu harus melakukan tiga hal, pertama menolong seekor hewan tanpa pamrih, kedua mengembalikan sesuatu yang bukan milikmu, dan ketiga menjaga rahasia yang bukan untukmu.”

 

Rama tertawa dalam hati.

"Ah, ini mudah. Aku bisa berpura-pura dan mendapatkan harta karun itu!"

 

🐾 Misi Pertama: Menolong Tanpa Pamrih

Keesokan harinya, Rama bertemu seekor Tikus kecil yang terjebak dalam jebakan akar. Dengan mudah ia bisa membebaskannya.

 

“Terima kasih, Rama! Aku tak punya apa-apa untuk membalas!”

“Tidak apa-apa,” jawab Rama, berpura-pura baik.

 

Dalam hati ia berpikir, “Satu tugas selesai!”

 

🐿️ Misi Kedua: Mengembalikan Barang

Ia lalu mendatangi Tupai, dan mengembalikan kacang-kacang yang dulu pernah ia curi.

 

“Aku sadar perbuatanku salah,” katanya pura-pura.

Tupai bingung, tapi menerimanya.

 

“Dua tugas selesai!” pikir Rama dengan senyum licik.

 

🦉 Misi Ketiga: Menjaga Rahasia

Sore harinya, Suma memanggil Rama kembali.

 

“Ada rahasia yang harus kau jaga. Di balik air terjun, ada gua rahasia. Tapi tempat itu sangat berbahaya. Kau tak boleh memberi tahu siapa pun tentangnya.”

 

Rama penasaran setengah mati. Setelah Suma pergi, ia langsung berlari ke air terjun dan menemukan gua itu. Di dalamnya ternyata ada jebakan, dan Rama terperosok ke dalam lubang lumpur.

 

Suma yang sejak tadi mengawasi dari jauh akhirnya turun.

 

“Kau gagal, Rama. Kau melakukan semua tugas hanya karena ingin imbalan, bukan karena hati yang tulus.”

 

Rama diam. Tubuhnya kotor, licikannya tak berhasil, dan hewan-hewan lain mulai berdatangan menyaksikan semuanya.

 

🌳 Penyesalan dan Perubahan

Setelah kejadian itu, Rama tidak lagi menjadi rubah penipu. Ia mulai hidup jujur, benar-benar menolong hewan lain, dan memperbaiki hubungannya dengan semua penghuni hutan. Lama-kelamaan, ia menjadi sahabat yang disukai banyak hewan.

 

Suma pun tersenyum dari atas pohon. Ia tahu, kadang pelajaran paling berharga datang bukan dari hadiah, tetapi dari kesalahan.

 

Pesan Moral: Kecerdikan tanpa kejujuran hanya akan membawa kesialan. Niat baik harus datang dari hati, bukan demi keuntungan pribadi.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama